Bika Talubi makanan klangenan kota Bogor


Bika Bogor
Bika Bogor

Bika Ambon, sepengetahuan saya,  biasanya identik dengan makanan yang berasal dari etnis Tionghoa (mohon maaf bila keliru), karena katanya, makanan khas Tionghoa itu lezat dan tekstur kuenya bagus. Bagus yang seperti apa, agak sulit mendefinisikiannya, tetapi kira-kira yang agak rumit pengerjaannya serta memerlukan kehati-hatian agar tampilan atau hasil kuenya nanti bagus dan menarik.

Seperti misalnya kue Kura-kura atau biasa disebut dengan kue Ku saja (ang ku koeh), kue yang berisi kacang ijo kupas halus ini, disamping bika ambon, juga merupakan makanan kesukaan kami sekeluarga. Kue Ku ini juga katanya merupakan kue yang berasal dari etnis Tionghoa. Cara membuatnyapun cukup rumit dan perlu berhati-hati.

Maka ketika mendapat tawaran untuk mencoba mencicipi Bika Talubi yang merupakan produk Bogor, saya menjadi sangat tertarik. Asyik juga nih icip-icip makanan kesukaan saya. Lezat nggak ya? Apalagi Bika Talubi mencoba menjadi trade-marknya oleh-oleh kota Bogor. Wah, boleh juga nih. Biasanya, kalau mendengar oleh-oleh yang berupa kue Bika Ambon, langsung terbayang kue Bika Ambon oleh-oleh kota Medan (walau cukup aneh pula sih, Bika Ambon kok lebih terkenal di Medan hehe, seharusnya namanya Bika Medan saja ya). Sekarang ternyata, Bogor juga menawarkan Bika Ambon sebagai oleh-oleh. Why not? Bogor bukan hanya menawarkan asinan Bogor, buah Talas, roti Unyil, Toge Goreng dan sekarang Bika Talubi dari kota Bogor. Semakin bervariasi jenis oleh-oleh dari suatu kota (dalam hal ini kota Bogor), bukankah akan semakin baik? Ya apa ya? Hehehe.

Bika Bogor pisang
Bika Bogor pisang

Akhirnya datanglah Bika Bogor tersebut. Wow, ternyata sudah cukup bervariasi varian yang disediakan. Dan nama yang ditabalkan adalah Bika Bogor atau Bika Talubi Bogor. What’s different?

Seperti yang saya sebutkan di atas, memang lebih cocok kalau Bika Talubi atau Bika Bogor ini langsung saja menamakan dirinya dengan Bika Bogor atau Bika Talubi. Bika Bogor karena memang kue Bika ini berasal atau dibuat di kota Bogor. Sedangkan Bika Talubi, karena sesuai dengan singkatan arti kata Talubi yaitu Talas dan Ubi jalar, kue Bika Talubi ini memang terbuat dari campuran bahan baku Talas dan Ubi jalar. Jadi cocok kan ya.

Bika Bogor mini dengan berbagai varian rasa
Bika Bogor mini dengan berbagai varian rasa

Juga sesuai dengan asal muasal kue Bika. Rupanya kue Bika itu berasal-muasal dari kue khas Melayu yang disebut Bika atau Bingka. Kue Bika Ambon yang dijual di Medan itu karena memang pertama kali dijual di jalan Ambon – Sei Kera Medan, maka jadilah ia disebut sebagai kue Bika Ambon. Nah, kue Bika yang diproduksi oleh Talubi ini dibuat di Bogor, tentu akan terasa pas bila dinamakan kue Bika Bogor. Kira-kira seperti itulah.

Kembali ke kue Bika Bogor. Setelah saya terima kiriman kue Bika Bogor … hmhmhm … boks atau dus kuenya sudah ‘menjual’ nih. Menjual karena penampilan dus nya cukup menarik dan cantik. Lambang seperti medali di sisi kiri yang memunculkan nama Bika dan jenis Bikanya cukup mengundang mata calon pembeli. Hal lain adalah perlu diapresiasi Bika Talubi untuk memunculkan banner visit Bogor – mengundang calon pembeli ataupun yang menjadi sasaran oleh-oleh Bika Talubi, agar suatu waktu dapat berkunjung ke Bogor . Jadi, sangat pas-lah bila Bika Bogor menjadi alternatif ikon oleh-oleh kota Bogor. Hal lain pula adalah karena talas merupakan oleh-oleh Bogor yang sifatnya setengah wajib kita beli bila kita berwisata ke Bogor. Menambahkan unsur Talas (tepung talas) sebagai campuran pembuatan kue Bika Bogor atau Bika Talubi memperkuat jati diri kue Bika Bogor sebagai oleh-oleh dari kota Bogor.

Saat dus kue Bika Bogor dibuka, harum kuenya langsung menyerbak ke dalam hidung seperti iklan shampo, langsung kenikmatannya terasa lho, kelezatannya terpampang nyata (kok seperti ucapannya penyanyi kondang itu ya hehe). Rasa penasaran langsung tidak terhankan lagi untuk mencoba Bika Bogor Talubi yang baru datang. Anak saya, Ghia, langsung menyerbu dan mendesak ibunya untuk segera memotong kue Bika Bogor, “cepetan dong, aku sudah nggak sabar nih, ini kan kue kesukaanku.” Begitulah Ghia. Iapun, sama seperti saya dan ibunya, memang kesukaan kami kuenya hampir sama yaitu kue Bika dan kue Ku.

Kue Bika Talubi, yang terbuat dari ramuan dasar kue Bika yaitu tepung sagu, tepung talas dan tepung ubi jalar serta kuning telur dan gula pasir, yang kami terima terdiri dari beberapa varian.  Bika Bogor rasa nangka, coco pandan, talas dan ubi jalar. Bentuknya ada tiga macam. Yang seukuran loaf, berukuran mini (yang ini berbentuk bulat-bulat kecil) serta ini yang unik, berbentuk pisang dengan taburan keju dan coklat di atasnya). Yang berbentuk pisang ini tadinya kami kira bukan kue Bika Bogor, tetapi pisang yang dibentuk atau ditambah olahan Bika dan lainnya. Ternyata perkiraan saya keliru. Yang berbentuk pisang tersebut murni kue Bika Bogor yang dibentuk (dan diberi rasa) seperti potongan pisang.

Rasanya bagaimana?

Saya dan Ghia hampir sama, senang kue Bika yang lembut (karena pori-pori kue terbentuk banyak dan sempurna – yang membuat kue Bika menjadi lembut) serta pinggirnya agak padat/keras dan warnanya agak tua (coklat tua) alias tidak pucat. Alhamdulillah kue Bika Bogor yang kami terima ini memenuhi kriteria tersebut.  Rasa tengah kuenya lembut dan warna pinggir kuenya cantik yaitu coklat tua (tidak pucat) dan agak keras sedikit seperti laiknya kue Bika. Kalau istri saya menambahkan sebutan untuk kue Bika Bogor ini dari yang sudah saya deskripsikan sebelumnya yaitu dengan istilah ‘legit’. Menurutnya rasa tersebut muncul karena perpaduan dari deskripsi saya tentang kue Bika Bogor ini.

Ghia menikmati Bika Bogor
Ghia menikmati Bika Bogor

Kalau nggak ditahan oleh istri saya, ingin rasanya saya dan Ghia terus-menerus mencicipi kue Bika Bogor ini, enak sih. “jangan dihabisin sekarang, masih bisa kita cicipi besok kan.” Begitu kata istri saya sambil menyimpan kue yang sudah sebagian kami cicipi itu.

Pori-pori kue Bika Bogor tanda lembutnya kue
Pori-pori kue Bika Bogor tanda lembutnya kue

Tapi rupanya cuma bertahan hingga esok sorenya saja, sudah langsung habis oleh kami bertiga … warbiasah ya hehe. Itu karena kelezatan Bika Bogor ini. Tapi rupanya istri saya, tanpa sepengetahuan kami, menyimpan tiga potong kue Bika Bogor disimpan didalam kulkas. Baru disajikan lagi setelah 2 (dua) minggu dari kami terimanya kue Bika Bogor tersebut. Rupanya istri saya penasaran dengan ‘kekuatan’ kue Bika Bogor ini bila disimpan didalam kulkas. Informasi yang diberikan ke kami yaitu bahwa kue Bika Bogor ini dapat bertahan hingga 4 (empat) hari bila tidak dimasukkan kulkas dan seminggu bila dimasukkan ke dalam kulkas. Istri saya mencoba bereksperimen dengan waktu penyimpanan ini. Ternyata masih enak tuh setelah dua minggu disimpan di kulkas. Sebelum disajikan dikukus sebentar hingga agak lunak. Rasanya, masih uenak bener. Cuma untuk kali ini, ketiganya dikuasai oleh Ghia. Katanya dia masih ingin, belum puas waktu itu. Jadilah kami yang gigit jari melihat Ghia menikmati sisa kue Bika Bogor tersebut.

Si Otan 'menikmati' Bika Bogor
Si Otan ‘menikmati’ Bika Bogor

Oya, sempat waktu pertama mencicipi kue Bika Bogor ini, saya sempat mengambil beberapa foto kue Bika Talubi ini. Ghia langsung mengeluarkan si Otan (boneka tangan yang berbentuk Orang Utan) – boneka kesayangannya dari kamar dan meminta supaya si Otanpun difoto saat mencicipi kue Bika Bogor ini. Menurut Ghia, Bika Bogornya sangat enak, jadi iapun ingin berbagi kebahagiaan mencicipi enaknya kue Bika Bogor ini dengan si Otan.

Ghia… Ghia … dia ingin berbagi kelezatan dengan semua ‘anggota’ keluarga, karena Bika Bogor memang cocok untuk segala usia.

Tapi tiba-tiba Ghia berteriak saat kue Bika Talubi terakhirnya hampir habis, “Pak, nanti beli lagi ya kue Bika Bogornya, enak sih, jadi aku suka.”

Ghia … Ghia … rupanya ia masih klangenan (ingin atau kangen) dengan kue Bika Bogor. “iya Ghia .. Nanti ya.” Jawab saya sambil harus menjadwalkan untuk membeli Bika Bogor ini, walau tidak menolak bila mendapat kiriman Bika Bogor yang lezat ini lagi hehehe.

Untuk yang belum pernah mencoba kue Bika Bogor ini, buruan deh datangi outlet-outletnya yang sudah cukup banyak terdapat di Kota Bogor. Terima kasih Bika Bogor.

Semoga bermanfaat.

Salam,

@kangbugi

Rasa coco pandan favorit saya
Rasa coco pandan favorit saya
Kue Ku
Kue Ku

Catatan:

  • Foto-foto adalah dokumen pribadi, kecuali foto Kue Ku
  • Yang penasaran dengan kue Bika Bogor, bisa langsung datang saja ya ke outlet-outletnya di:
    • Raya Gadog, Sebelah Vimala Hills, (Puncak-Bogor),
    • Padjajaran 20 M Bogor dan
    • Soleh Iskandar No 18 B Bogor.

Atau bisa menghubungi sosial media Bika Bogor di:

  • Line: @bikabogor
  • BBM: TALUBI
  • Instagram: @bikabogor
  • Facebook: Bika Bogor
  • Whatsapp: 0888-482-9626

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s