Nostalgia Blogger Bogor dan kebahagiaan

cropped-c360_2015-08-16-12-10-38-054.jpg

cropped-c360_2015-08-16-12-10-38-054.jpg

Pertamanya 

Mas San (mungkin begitu saja enaknya sy panggil ya) dengan alamat twitternya @httsan, awalnya invite di fb (facebook) … oo rupanya belum berteman di fb, walau sudah sering bertemu di Bogor, tapi dulu banget.

Kemudian, selasa pagi (30/08/2016), tiba-tiba masuk pesan dari mas San di fb messenger … wah tumben nih kontak-kontakan karena memang sepertinya belum pernah in touch lewat dunia maya. Langsung radar bertanya-tanya, “Ada apa nih.” Biasanya dulu, saat saya masih banyak tugas di Bogor, bertemu langsung saja dengan mas San dan nyonya (yang juga Blogorian – blogger-bloggernya Kota Bogor) saat ada acara kopdar atau kumpul-kumpul Blogorian.

Aih … jadi ingat saat dulu waktu masih bisa kumpul bocah sama para blogorian. Sekarang mah terasa agak beda, walau dulu juga ga bisa rutin-rutin amat kontak, tapi feelnya dapet gitu loh.

Apalagi saat itu Blogorian bisa membuat ‘achievement‘  yang cukup milestone-lah menurut saya, yaitu bisa menelurkan buku, yang berjudul Hitam Putih Bogor [terbitan Leutikaprio Yogyakarta, silakan yang masih mau bukunya bisa beli langsung ke penerbitnya, klik saja langsung di sini – karena dicetak secara POD (print on demand)]. Buku tersebut sangat patut dicatat dan diapresiasi. Mengapa? Karena pada masa itu – pupuhu Blogorian yaitu kang MT, termasuk yang mensupport dari awal hingga terbentuknya buku ini – mem-push banget supaya Blogorian nerbitin buku. Yang merancang mekanisme pengumpulan tulisan, negor-negor kalau lambat upload tulisan dan mengawasi editing pra kompilasi tulisan – adminnya lah, yaitu kang WKF, sampai ke pencetakannya via Leutikaprio.  Proses penulisan yang seperti itu membuat ‘kadar’ keakraban diantara blogorian lebih baik lagi.

Nah yang perlu juga dicatat adalah, finally, buku ini terbit dalam dua bahasa (bilingual) yang disponsori oleh sebuah LSM bernama Linihijau. Nggak muluk-muluk sih nerbitin Hitam Putih Bogor dalam dwi bahasa, cuma ingin buku ini atau kegiatan-kegiatan blogorian bisa dikenal secara lebih luas lagi. Buktinya, saya berhasil menjualkan kepada beberapa relasi saya di Australia – yang concern dengan Indonesia dan supaya rekognisinya lebih luas lagi. Hal lain adalah bahwa buku ini (dan kegiatan blogorian) diendorsed oleh pak Walikota Bogor. Dalam buku tersebut terdapat kata sambutan pak Walikota – walau buku ini berisi balance antara yang melihat sisi baik maupun sisi buruk kota Bogor. Selepas itu sepertinya belum ada lagi deh buku yang dihasilkan dari blogger-blogger Bogor ini. Mudah-mudahan buku itu bukan yang terakhir yaa. Kangen nulis buku bareng-bareng Blogorian lagi nih.

Keduanya

Ajakan mas San seperti mengingatkan masa keakraban yang lalu. Colak-colek khas blogger ya colak-colek via blog. Seperti yang mas San sekarang lakukan, seperti yang pernah dilakukan dulu hingga menelurkan buku seperti yang sudah saya sampaikan di atas.

Lha … ini pendahuluannya panjang amat ya, ajakan atau towelan mas San malah belum saya otak-atik.

Ini ajannya mas San, yaitu meminta saya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya.

Pertanyaan-pertanyaan mas San:

  1. Siapakah nama guru Sekolah Dasar mu yang teringat pertama kali dan ceritakan kenangan asik dengan beliau.
  2. Siapakah nama teman SMP mu yang teringat pertama kali, apa cerita asik dengannya?
  3. Apakah kuliner di luar kota mu yang teringat pertama kali, dimana lokasinya (nggak perlu dipastikan pakai GPS) dan apa sih keistimewaannya?
  4. Pernah baca koran edisi cetak dalam sebulan terakhir ini? Kalau pernah, apa nama korannya dan dimana sih mbacanya (pinggir jalan, angkot, perpustakaan, dll)?
  5. Jika kamu sempatkan meletakkan gadget mu, kemudian melihat sekeliling di tempat umum, apakah kamu melihat keberagaman (manusia) yang ada? Apapun jawabannya, maka apakah yang ada dibenak mu melihat hal ini?
  6. Apakah angkutan umum terakhir yang kamu naiki sebelum menjawab pertanyaan ini? Asik nggak sih perjalanan mu?
  7. Apakah pagi ini kamu sempat melihat matahari terbit? Kenapa?

Saya coba jawab ya.

1. Siapakah nama guru Sekolah Dasar mu yang teringat pertama kali dan ceritakan kenangan asik dengan beliau.

Terus terang nih, saat melihat pertanyaan itu, saya nggak tahu lho mau isi dengan nama guru (pak atau bu) siapa. Bukan karena tidak berbudi (karena saya Bugi sih hehehe) tapi karena sepertinya nggak ada yang dalem banget berbeda, apalagi berkesan, fair-fair aja gitu. 

Tapi kalau dipaksa (wah), mungkin saya bisa sebut yaitu pak Yunan. Pak Yunan ini belum pernah jadi wali kelas saya, nggak pernah juga ngajar tetap di kelas saya. Hanya pernah beberapa kali menjadi guru pengganti di kelas saya (kalau nggak salah waktu itu kelas lima). 

Yang berkesan, pak guru ini baik banget atau lebih tepatnya disebut lembut. Ke anak-anak nggak kasar apalagi arogan. Pernah waktu itu kita nakal di kelas, dia masuk dan mau cari siapa dalangnya. Caranya sopan sekali, akhirnya ketahuan juga siapa dalangnya. Amazing sekali saat itu melihat guru model begini. Biasanya kan galak, bahkan sedikit kasar.  

2. Siapakah nama teman SMP mu yang teringat pertama kali, apa cerita asik dengannya?

Teman SMP, hmhmhm mungkin saya pilih Rudi saja. Ada beberapa soalnya yang cukup dekat. Ya, Rudi itu teman yang pertama ngenalin kemping di gunung (tepatnya bukit) di dekat rumah neneknya di Sukabumi. Jadi, lucu juga waktu itu, karena bukit, boleh dibilang jaraknya nggak terlalu jauh dari rumah neneknya. Makan, mandi pulang ke rumah neneknya. Setelah itu, kita kembali ke bukit, termasuk tidak malam hari di bukit. Seru deh.

3. Apakah kuliner di luar kota mu yang teringat pertama kali, dimana lokasinya (nggak perlu dipastikan pakai GPS) dan apa sih keistimewaannya?

Yang ini bisa mantaplah kujawab (gaya Batak dikit), so pasti jawabannya adalah GUDEG. Nggak tahu gudeg bisa ngangenin gitu. Bukan asli ngayogakarto, tapi suka gudeg. Cuma itu, gudeg ngangenin untuk sekali makan. Artinya, kalau sudah ketemu gudegnya, cukup. Nggak akan terus-terusan nikmatin gudeg. 

4. Pernah baca koran edisi cetak dalam sebulan terakhir ini? Kalau pernah, apa nama korannya dan dimana sih mbacanya (pinggir jalan, angkot, perpustakaan, dll)?

To be honest, nggak. Bacanya yang ng-online ajah.

5. Jika kamu sempatkan meletakkan gadget mu, kemudian melihat sekeliling di tempat umum, apakah kamu melihat keberagaman (manusia) yang ada? Apapun jawabannya, maka apakah yang ada dibenak mu melihat hal ini?

Yup, saya sangat melihat keragaman manusia. Yang saya lihat adalah lintasan keragaman karakter dimana manusia tidak ada yang sama satu sama lain, setiap manusia adalah unik. 

6. Apakah angkutan umum terakhir yang kamu naiki sebelum menjawab pertanyaan ini? Asik nggak sih perjalanan mu?

Angkutan umum yang terakhir saya naiki adalah angkot atau pete-pete dalam bahasa Makassar. Terus terang, saat itu saya kurang menikmati perjalanan, karena supir pete-petenya ugal-ugalan, saat itu saya cuma berpikir, apa gegara ‘ngejar setoran’ aja, dia berani mengorbankan penumpangnya, bahkan dirinya bila nanti kecelakaan terjadi akibat ugal-ugalannya itu. Terus, terlintas juga pertanyaan nakal, “apakah gara-gara kamu begini, makanya kamu jadi supir angkot?” Pertanyaan lanjutannya, “Apa kamu nggak bisa jadi supir angkot yang baik, yang taat peraturan lalu-lintas?” Mudah-mudahan pertanyaan saya itu salah. Pak supir angkot, iya kamu, kamu bisa ko kalau mau jadi supir angkot yang baik, kalau mau tapi ya. Biar selama nyupir angkot pak supir bisa dapat pahala jadinya,.

7. Apakah pagi ini kamu sempat melihat matahari terbit? Kenapa?

Nggak (maksudnya nggak keluar rumah – walau saat matahari terbit sudah bangun  dan beraktivitas). Sibuk di rumah nyiapin keperluan kantor (for lunch), edisi jadi bujang lokal nih, jadi masak-masak sendiri, minum-minum sendiri nih hehehe ko jadi seperti lagu dangdut yaaa.  

Ketiganya

Sekarang giliran saya nanya. Mungkin ga harus warga Blogor dan harus saya list nama atau alamat blognya. Siapa aja deh yang baca postingan ini, dan mau jawab pertanyaan-pertanyaan saya, silakan jawab di blognya ya. Mas San juga boleh menjawab juga ko.

Ini pertanyaan-pertanyaan saya:

  1. Kamu bahagia nggak? Hidup kamu bahagia nggak?
  2. Apa sih definisi kamu tentang bahagia dan kebahagiaan itu?
  3. Kamu pengen bahagia nggak? Kenapa?
  4. Gimana cara kamu mengungkapkan rasa bahagia kamu (kalau kamu sedang bahagia)? Jawabannya boleh lebih dari satu.
  5. Kamu ingin nggak orang-orang di sekeliling kamu juga bahagia?
  6. Bagaimana kamu mengajak mereka bahagia? beri contoh ya.
  7. Bagaimana kamu membuat mereka bahagia? jangan lupa beri contoh ya.
  8. Bagaimana kamu melihat orang-orang disekeliling kamu, lebih banyak yang bahagia atau lebih banyak yang tidak bahagia?

Ditunggu hasil observasi kamu terhadap diri kamu dan orang lain. Jadi siapa saja boleh meneruskan blogging chain process ini. Ditunggu banget.

Makassar, 2 September 2016

@kangbugi

5 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s