Umur itu ….

MatahariNya

MatahariNya
MatahariNya

Manfaatkan sebaik-baiknya saat kita masih bisa menarik dan menghembuskan nafas dengan baik …. umur.

Kemarin, berkurang lagi jatah umur saya di dunia ini, berkurang satu tahun.

Bersyukur … dan bersyukur, mungkin hanya itu yang terbaik yang bisa saya lakukan, kepada Sang Pemberi Hidup, Sang Pemberi Nafas, Allah SWT.

Malam hari, sambil membaca-baca kembali ucapan-ucapan yang datang silih berganti melalui BBM, Whatsapp, Facebook (inbox dan di timeline), serta sms (termasuk yang telpon langsung – diingat-ingat pesan dan doanya), sambil melihat diri ini, ujung-ujung jari, badan dan seluruh tubuh, terasa tiada kekurangan suatu apapun, sehat wal-afiat. Kemudian mengingat ucapan selamat dan doa-doa dari semua. Tiada lain memang, hanya harus kembali bersyukur dan bersyukur.

Sehat jiwa dan raga, happy – diri sendiri maupun keluarga, that’s the point of being life I suppose. Kemarin saya diingatkan, oleh yang mengucapkan wish-nya untuk saya itu, intinya: semoga saya diberkahi umur yang panjang sekaligus selalu dalam keridloannya, dikaruniai kesehatan, diganjar kesuksesan, tetap produktif, selalu dalam lindunganNya, bahagia dunia dan akherat …. wish me all the best deh.

What a perfect wishes. Saya hanya dapat meng-aammiinn-kan saja, dengan harap-harap cemas, agar Sang Maha Pendengar akan mendengarkan doa-doa itu dan akan mengabulkannya dalam segala keterbatasan saya tapi dalam keyakinan saya bahwa Ia Sang Maha Pengabul Doa, akan mengabulkannya. Again, what a perfect hope, though.

Kemudian saya teringat dua ‘quotes’ yang saya pikir baik untuk bahan permenungan dalam menapaki hidup ini:

Yang pertama:

Be happy in the moment, that’s enough. Each moment is all we need, not more (Mother Teresa)

Ayo kita bahagiakan setiap momen hidup kita. Nggak usah nunggu besok, nikmati dan jadikan hidup ini bahagia setiap detik, setiap saat. Bahagia lahir batin. Bahagia itu tentu dengan definisi kita sendiri, bukan perkataan/anggapan orang lain. Bahagia dari dalam diri sendiri terlebih dahulu. Bahagia dalam lingkungan orang-orang dekat yang membahagiakan kita dan turut berbahagia pula (of course, in this sense, in a positive context and meaning)

Yang kedua:

Katakanlah Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. (QS Al Mulk/67: 23).

Kita diperintahkan untuk IQRA. Membaca dan belajar tanpa henti, bukan dalam arti iqra yang diterjemahkan pada terjemahan sempit baca/tulis saja. Tetapi ‘membaca’ alam semesta, membaca kehidupan, membaca pengalaman – pribadi maupun berdasarkan pengalaman orang lain. Bacalah dengan menggunakan mata, kuping dan mata hati. Kaji yang kita telah dan akan ‘baca’ untuk bekal perjalanan kita, iqra tanpa henti. That’s it.

Umur adalah rahasia Sang Pencipta Kehidupan.

Maknai untuk setiap detik yang kita diberi kesempatan untuk memilikinya. Untuk yang telah ‘mengingatkan’ saya melalui doa-doa dan wish-wish-nya, terutama dari orang-orang yang paling terdekat, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi saya, wish you all the best too.

[Foto: dokumen pribadi]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s