Kisah heroik ibu-ibu dalam angkot


Copet
Copet

Coba kita dengar cerita ini -pengalaman nyata ibu-ibu didalam angkot:

Kejadiannya di Bogor, didalam angkot Bogor yang berwarna hijau itu. Kebetulan penumpang di bagian belakang angkot adalah perempuan semua, kecuali yang duduk di dekat pintu, seorang pria dengan penampilan yang rapih dan terlihat sangat alim.

Seorang Ibu yang duduk dikursi tambahan yang membelakangi supir agak menjadi bingung pada saat seorang ibu yang duduk di bagian belakang angkot tersebut memberikan tanda-tanda tertentu dengan kedipan matanya. Namun, tanda-tanda tersebut membuatnya merasa harus lebih berhati-hati saja.

Tidak lama kemudian, si ibu yang memberikan tanda-tanda tertentu tersebut menepuk tangan seorang ibu yang duduk di samping pria yang berpakaian rapih itu. Si ibu yang tadinya terlihat seperti melamun, kemudian menjadi tampak tersadar. Tidak hanya itu, ternyata, tiba-tiba dari sela-sela paha si pria tadi jatuh sebuah dompet berwarna pink dan bermotif hello kitty.

“eh, itu dompet saya.” cetus ibu yang duduk di samping pria tadi seraya mengambil dompetnya. Kemudian dompetnya ia buka untuk memperhatikan isinya.

“iya, benar, ini dompet saya – ini uangnya, saya baru ambil dari Bank tadi. Tadi ada dalam tas saya, kok bisa keluar ya, dicopet nih.” lanjut si ibu tadi.

Barulah semua penumpang bereaksi. Ibu yang duduk membelakangi supir langsung – dengan berani – menyilangkan kakinya didekat si pria tadi, katanya, untuk mencegah si pria tadi tersebut turun/kabur dari angkot tadi.

Ibu si pemilik dompet, langsung memukul-mukulkan dompetnya ke wajah si pria itu.

Ibu yang berada di depan si pria itu memukulkan keranjang belanjaannya, yang berisi sayur, ke pria itu.

“dasar copet … dasar copet.” begitu umpatan ibu-ibu didalam angkot sambil memukul si pria yang ternyata memang berusaha mencopet – tapi karena ada ibu yang sejak awal mengamati dan kemudian menepuk ibu yang akan dicopet, sehingga si ibu kemudian tersadar –  sang copetpun hilang konsentrasi mencopetnya. Ditambah, kaki ibu yang menghalangi jalan keluar itu, membuat ia tidak bisa berkutik.

Setelah berkali-kali minta ampun, akhirnya pencopet itu disuruh turun oleh ibu2 tadi, walau ada pertimbangan untuk menyerahkannya ke polisi. Tetapi mengingat bahwa persoalan dengan polisi itu ribet dan ibu-ibu yang ada didalam angkot masih memiliki urusan masing-masing yang harus dikerjakan, pertimbangan itulah yang dipilih.

Setelah si copet turun, ibu-ibu yang lain berterima kasih kepada ibu yang menyadarkan si korban dan ibu yang menjegalkan kakinya di pintu angkot – yang akhirnya dapat menggagalkan aksi pencopetan itu.

Salut deh untuk aksi ibu-ibu ini. Tapi tetap, harap lebih berhati-hati lagi ya.

[Posted too at: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/01/28/kisah-heroik-ibu-ibu-dalam-angkot-529277.html%5D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s