Blogshop IBKompasiana: memicu lahirnya penulis muda Makassar


Beruntung saya bisa menghadiri acara Blogshop IBKompasiana (#BlogShopN5M) yang diselenggarakan di Gedung Bank Indonesia, jl. Jend. Sudirman, Makassar pada hari Sabtu lalu, 31 Maret 2012.

Sebuah keinginan yang sudah lama terpendam. Maklum, karena sebagai orang yang belum lama berkecimpung dalam dunia per-blog-an, tentu sangat ingin untuk menambah ‘ilmu’ nge-blognya – untuk mengasah kemampuan sebagai blogger dan sebagai kompasianer (karena tergabung dalam Kompasiana).

Namun kesempatan itu baru datang kali ini – setelah dulu pernah mencoba untuk mendaftar di ajang sejenis, tetapi tidak lolos, sekaranglah waktunya untuk mencoba lagi. Kesempatan itu akhirnya datang setelah saya menerima konfirmasi keikutsertaan saya dalam #BlogShopN5M. Alhamdulillah, tidak ditolak lagi, begitu yang terlintas dalam pikiran saya. Pada saat mendaftar sempat agak kebingungan, karena data peserta yang saya isi berbeda dengan data ‘terverifikasi’ Kompasiana – itu karena saya ber-KTP DKI, tinggal di Bogor, tetapi bekerja di Makassar (di Makassar jadi anak kos-lah) – tapi itu rupanya bukan masalah.

Acara ini terselenggara atas kerjasama Kompasiana & IB (Islamic Banking) perbankan Syariah [saya tulis sebagai judul di atas … IBKompasiana…]. IB Perbankan Syariah juga yang mensponsori pembuatan film Negeri 5 Menara yang bersumber dari buku yang disusun oleh mas Ahmad Fuadi.

Kesempatan ngelmu benar-benar terwujud, seperti kata orang betawi,”kagak percuma dah“, datang dan ikut #BlogShopN5M.

Diawali dengan mas Iskandar (@iskandarjet) yang menyampaikan materi tentang Creative Writing. Benar mas Is, anda menyentak kami, peserta, untuk tetap peka terhadap sekeliling kita yang merupakan lautan bahan-bahan maupun ide-ide yang bisa kita ubah kedalam suatu tulisan. Lihat saja beberapa contoh sumber-sumber ide tersebuut, seperti: koran, acara TV, radio, hingga kepada pengalaman orang lain maupun pengalaman kita sendiri, dan seterusnya. Contoh-contoh tersebut merupkan sumber yang tiada habis-habisnya untuk kita tangkap dan susun kedalam bentuk tulisan.

Coba lihat lagi contoh yang diberikan oleh mas Is, terkait bagaimana metode kreatif itu dapat dibentuk. Ini kata kuncinya:
• Focus (fokus)
• Just do it (lakukan saja)
• Find meaning (temukan maknanya)
• Thing different (sesuatu yang berbeda)
• Stay on target (tetap pada target yang telah ditentukan)

Dengan metode seperti tersebut di atas, diharapkan, kita-kita, peserta #BlogShopN5M bisa termotivasi untuk terus mengasah kreativitasnya dalam menulis maupun dalam menghasilkan suatu tulisan, Karena mas Is pun memberikan kutipan kata bijaksana yang meminta kita untuk memikirkannya, seperti dikutip dari Jason Theodore – seorang Direktur Kreatif, yaitu bahwa KREATIF adalah bukan apa yang dicari, tapi apa yang ditemukan (…. Setuju om Jason …..)

Pemateri berikutnya adalah kang Pepih (@Pepih).  Kang Pepih menyampaikan materi mengenai  menulis narasi.

Inti dari materi ini adalah bahwa kita perlu memperhatikan beberapa unsur dalam menulis naratif seperti:
– Plot – rangkaian terjadinya peristiwa
– Karakter – tokoh dalam cerita, manusia atau hewan
– Setting – tempat terjadinya peristiwa
– Tema – pesan penulis

disamping perlu memperhatikan: krisis, konflik, waktu dan solusi.

Kang Pepih juga sempat menanyakan kepada salah satu peserta Blogshop yaitu apakah didalam tulisan-tulisan di blognya terdapat konflik atau tidak. Ketika dijawab tidak, kang Pepih langsung menyarankan agar memasukkan unsur ‘konflik’ kedalam tulisan-tulisan selanjutnya agar lebih menarik (….Tapi bukan berarti kita perlu mencari-cari konflik dulu kan kang ya sebelum menulis he he he…..).

Sebagai GONG dari kegiatan #BlogShopN5M kali ini adalah mas Ahmad Fuadi (@Fuadi1), yang membagikan pengalamannya kepada para peserta, yaitu pengalamannya dalam menulis buku yang kemudian dijadikan sebuah film: Negeri 5 Menara. Semboyan yang dipegang teguh adalah: man jadda wa jadda – siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Semboyan itu yang menyemangati mas Ahmad untuk bisa menjelajahi dunia dan menghasilkan buku dan buku. Itu yang ditularkannya kepada para peserta.

Termasuk yang saya garis bawahi – dan kebetulan merupakan benang merah dari pemateri pertama hingga pemateri ketiga – yaitu ketika mas Ahmad Fuadi mengatakan bahwa dalam menulis perlu mendengarkan suara hati, dikatakan,”Kalau menulis dengan hati, maka yakinlah tulisan itu akan sampai ke hati pembaca ….” (… wah … mantabs bener tuh …. )

Ada juga pertanyaan yang dilontarkan mas Ahmad Fuadi di awal presentasinya, yaitu: “ada yang sudah pernah membuat buku?”

Terkait dengan pertanyaannya itu, kemudian semangat yang disampaikannya adalah bahwa jumlah hari dalam setahun adalah 365 hari. Jika dicicil satu hari dapat menulis satu halaman tulisan, dapat dibayangkan bahwa dalam kurun waktu setahun, sudah dapat dihasilkan sebanyak 365 halaman. 365 halaman cukup banyakuntuk sebuah buku, jadi bisa terbagi kedalam beberapa buku.

Dengan logika di atas, menurutnya, tidak mustahil kan untuk membuat sebuah buku?

Sayapun termasuk yang meng-iya-kan ucapannya itu walau masih dengan tanda tanya besar di kepala saya, MAMPUKAH?

Tapi kembali dengan semboyan yang disampaikannya tadi, yaitu MAN JADDA WA JADDA, sepertinya saya harus meneruskannya dengan menjawab, why not?

Jadi tidak mustahil selepas #BlogShopN5M di Makassar, beberapa bulan kedepan akan bermunculan penulis-penulis muda dari kota anging mamiri ini (muda bukan dalam arti usia tapi dalam arti baru dalam taraf belajar untuk menjadi penulis) – kalau menerapkan semboyan ‘man jadda wa jadda‘ – menulis minimal satu halaman dalam satu hari.

Ayo mi daeng (sebutan untuk akang di Makassar), you can do it!

(imbauan ini terutama ditujukan untuk diri saya sendiri – yang memang ingin menjadi seorang penulis)

Salam hangat

Makassar, 2 April 2012

[Posted too at: http://sosbud.kompasiana.com/2012/04/02/blogshop-ibkompasiana-memicu-lahirnya-penulis-muda-makassar/%5D

Beberapa foto – dok. pribadi:

Kang Pepih
Kang Pepih
Mas Ahmad Fuadi - ketika menyampaikan materi
Mas Ahmad Fuadi - ketika menyampaikan materi
Bersama peserta lain
Bersama peserta lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s