Duh, sungaiku kotor


Di dekat rumah saya, di wilayah Bogor – Jawa Barat, mengalir sungai, yang secara umum dikenal sebagai sungai Ciapus. Jika kita dari arah Bogor kota menuju kota Leuwiliang, di jalan Darmaga Raya, sungai dimaksud bisa dilihat sewaktu kita melewati jembatan Caringin, sungai itu berada di kanan dan kirinya.

Karena letaknya yang dekat dengan rumah, kerap saya bersama istri dan anak saya serta tetangga yang senang main ke sungai, datang ke sungai itu sekedar bermain-main – piknik yang murah meriahlah, begitu kami menyebutnya.

Sungai itupun menjadi jalan yang rutin dilalui oleh para pekerja yang tinggal di kampung sekitar komplek kami tinggal yang bekerja di perumahan tempat kami tinggal, sebagai tenaga kebersihan/perawat sarana dan prasarana di komplek kami, maupun mereka yang diberi hak untuk mengolah lahan sementara dengan bertani sayur-mayur di lahan komplek yang belum dibangun rumah. Pagi hari mereka datang dan masuk ke dalam komplek, sementara sore harinya mereka pulang dari pekerjaannya. Mereka yang tinggal di luar pagar komplek, tinggal berjalan menyusuri sungai untuk masuk ke dalam komplek, sementara mereka yang tinggal di seberang komplek, perlu menyeberang sungai terlebih dahulu. Ada bagian sungai yang tidak terlalu dalam yang sudah mereka hapal dimana letaknya, dalamnya hanya sekitar sebatas lutut orang dewasa.

Ketika main-main di sungai itu bersama anak saya, yang menarik sekaligus mengganggu perhatian saya adalah tumpukan sampah yang saya temukan di sungai. Di sekitar batu-batu, di pinggir sungai, di pepohonan, sampah terlihat dimana-mana. Sepertinya sampah ini adalah sampah yang terbawa aliran sungai dari wilayah di bagian yang lebih hulu namun tertahan di sekitar wilayah ini. Hal ini disebabkan di sekitar wilayah perumahan kami, tidak banyak perumahan di sekitar sungai. Di wilayah di atasnya memang pemukiman terlihat lebih padat. Walaupun tidak yakin pula apakah dari wilayah pemukiman itu ataukah dari yang berada di atasnya lagi. Yang pasti, sampah-sampah yang saya temukan itu didominasi oleh sampah plastik (kantong belanja plastik, pembungkus plastik) dan bungkus-bungkus kemasan produk.

Di sungai itu, disamping dimanfaatkan sebagai MCK (sebagai tempat mandi, mencuci dan tempat buang air) mengalir, dimanfaatkan pula oleh masyarakat sebagai areal memancing maupun menjaring ikan, dan ada yang mengambil batu-batu sungai untuk dijual. Saya khawatir perlu menambahkan ’sebagai tempat membuang sampah’ kedalam daftar fungsi sungai oleh masyarakat – karena saya melihat adanya sampah dan tumpukan sampah, tetapi saya tidak melihat langsung kegiatan membuang sampah tersebut. Mudah-mudahan kekhawatiran tersebut tidak perlu dijadikan suatu kekhawatiran yang beralasan.

Terlepas dari sampah-sampah yang saya lihat dan temui, kegiatan refreshing di sungai cukup menyejukkan hati. Anak saya sangat terlihat senang – walau diharuskan mandi yang bersih sepulangnya dari sungai. Saya berangan-angan, tentu akan lebih ’sehat’ lagi refreshing yang kita lakukan di sungai jika tidak ditemui sampah-sampah tersebut.

Beberapa kondisi sampah yang saya temui di sungai itu sempat saya abadikan dan akan saya bagikan kepada anda, dan tetap berharap bahwa gambaran sampah di sungai Ciapus ini bukan merupakan gambaran umum sungai-sungai di tanah air kita ini. Semoga.

Salam hangat.

[Posted too @ http://green.kompasiana.com/polusi/2011/07/17/duh-sungaiku-kotor/]

Tumpukan sampah itu (dok. pribadi)
Tumpukan sampah itu (dok. pribadi)
tumpukan sampah dan batu (dok pribadi)
tumpukan sampah dan batu (dok pribadi)
Anak saya sih tetap happy main air (dok pribadi)
Anak saya sih tetap happy main air (dok pribadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s