Kartu natal pertama


NeighboursSeumur-umur belum pernah ada yang kirim kartu Natal ke saya, bukan karena saya tidak suka kartu Natal, tetapi karena saya tidak merayakan Natal. Karena saya tidak merayakan Natal, maka kebiasaan saya adalah mendata teman-teman yang merayakan Natal dan mengirimkan kartu Natal kepada mereka. Atau untuk jaman sekarang yang serba singkat ini, sms, email maupun ecard  menjadi pilihan mengirimkan ucapan merayakan Natal tersebut.

Tapi kemarin, sepulang dari kampus, di kotak pos, ada sepucuk surat, yang saya yakin isinya adalah kartu, berwarna merah marun cantik. Tapi kartu apa ya dan dari siapa (karena tidak ada identitas pengirimnya. Karena tidak ada momen yang dekat dengan hari kemarin yang memungkinkan saya mendapat kartu ucapan.

Penasaran, saya buka.. wow.. tertulis di sudut kanan atas:

             “For You, at Christmas

Langsung saya buka kartunya untuk makin menghilangkan rasa penasaran saya.

Ternyata kartu itu kiriman dari (mantan) tetangga saya, ketika saya dan keluarga masih tinggal di wilayah Lavington, bahagian utara Albury, NSW.

Sebut saja nama tetangga itu John. Ia tinggal di unit sebelah kanan unit kami. Ramah (untuk ukuran warga lokal Australia) dan hangat. Ia tinggal sendiri, tidak pernah bercerita mengenai masalah keluarganya, tetapi selalu menanyakan apa kabar saya dan keluarga, sebagai bentuk keramahannya.

Isi kartu Natal untuk saya itu seperti ini (yang ditulis dengan tulisan tangannya):

To Bugi,

Hope you were successful towards completing the thesis. This is a good time of the year in our culture to reflect and appreciate family. So I like this opportunity to express gratitude for having your family as neighbour (2009-2010).

Where ever 2011 takes you and your family may you always be together in Peace love and for the joy of life the best of everything to yourself, Mia (nama istri saya) and Ghia (nama anak saya).

From your friendly neighbour, John……

Saya langsung sms istri saya mengabarkan kartu yang sangat menyentuh yang baru saja saya terima dari tetangga saya dulu, John.

Saya bilang ke istri saya,”Bun, kita harus tetap berbuat baik, mungkin mereka baik karena kita baik, juga kita bisa merasakan bagaimana nikmatnya jika kita bisa berbuat baik.”

John mengerti saya tidak merayakan Natal, tapi ia, dengan keyakinan akan nilai yang bersifat universal mengirimkan pesan dan harapan untuk kebaikan saya dan keluarga. Nilai universal ini menunjukkan persahabatan dan mengalahkan perbedaan keyakinan yang ada diantara kita, jika itu dianggap sebagai perbedaan. Tambahan lagi, di bagian lain sudah ada pesan yang tercetak dalam kartu yang berbunyi:

May all your happiest wishes come true this Christmas

Apa lagi yang dapat saya ucapkan kecuali mengamininya.

Terima kasih John atas kartu Natalnya. Untuk anda yang merayakan Natal, walaupun masih beberapa hari lagi, saya ucapkan selamat merayakan Natal 2010.

Albury, 16 Desember 2010.

Salam hangat.

[Sumber ilustrasi: http://www.stuff.co.nz/national/blogs/eco-centric/1879555/Howdy-neighbour]

[posted too at: http://sosbud.kompasiana.com/2010/12/16/kartu-natal-pertama/]

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s