Inilah Indonesia


Obama (dok: votegopher.com)
Obama (dok: votegopher.com)

Ada dua penekanan dalam kalimat itu, yaitu: di Indonesia dan dunia Muslim. Dalam pidatonya disebutkan bahwa ada beberapa hal yang bisa dicontoh dari kehidupan berbangsa dan beragama di Indonesia.

Contoh yang pertama adalah bangsa Indonesia memiliki falsafah luhur Bhinneka Tunggal Ika yang berarti walau berbeda-beda tetapi tetap satu, atau unity in diversity. Itulah perekat bangsa. Hal lain dikatakan bahwa Indonesia memiliki cara untuk menjembatani perbedaan-perbedaan dalam hal ‘race, region and religion’ (bangsa, kawasan/daerah dan agama). Bisa dikatakan sebagai ‘spirit of Indonesia’, jiwanya Indonesia. Begitulah Obama melihat Indonesia dan bisa jadi, pandangan Obama ini juga mewakili elemen-elemen masyarakat luar lainnya. Tidak dipungkiri bahwa pandangan ini belum bersifat umum, sehingga perlulah Obama menyuarakan dari Indonesia yang ditujukan bagi masyarakat Indonesia khususnya, negara-negara berpenduduk muslim lainnya dan seluruh dunia.

“Ini lho Indonesia. Lihatlah bagaimana mereka mengelola kebersamaannya, keberbedaannya, hal-hal yang baik darinya, contohlah”. Begitu kalau saya coba petik inti sari dari pidato Obama mengenai kehidupan beragama dan berbangsa di Indonesia.

Yang kedua adalah bahwa suara Obama ini digemuruhkan ditengah-tengah perbedaan negara-negara barat memandang negara-negara muslim, dan juga sebaliknya, termasuk Islamofobia yang marak belakangan ini (ketakutan terhadap Islam). Islam selalu dianggap memicu terorisme.  Mereka belum bisa membedakan antara pelaku teror (yang kebetulan tercatat sebagai beragama Islam) dan Islam itu sendiri yang adalah sebuah ajaran agama yang tidak pernah mengajarkan teror kepada pemeluknya. 

Kenapa Obama menyuarakannya di Indonesia? Salah satu alasannya adalah bahwa Indonesia berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan dianggap berhasil mengelola keberagamannya tersebut. Tentu ada riak-riak dalam perjalanan mengelola keberagaman Indonesia. Tetapi kalau dilihat dari persentasenya, sebetulnya riak-riak itu masih jauh lebih rendah dibandingkan gelombang manis keberagaman Indonesia.   

Obama tidak sendirian. Berita terakhir yang muncul kepermukaan adalah bahwa di Eropa, meningkat keinginan untuk mengkaji Islam (ala) Indonesia, seperti dimuat di sini:  http://id.news.yahoo.com/antr/20101116/tpl-pengamat-eropa-makin-banyak-kaji-isl-cc08abe.html. Kajian-kajian yang cenderung bukan kepada apa dan bagaimana Islam itu, tetapi lebih kepada bagaimana Islam dipraktikan di Indonesia, mengejawantah kedalam pribadi-pribadi muslim Indonesia.

Kalau Indonesia sedang menjadi perhatian bagi kehidupan beragamanya dan berbangsanya, bisakah kita, terutama bagi yang mengaku beragama Islam, yang dianggap sebagai bagian dari mayoritas bangsa Indonesia untuk tetap meyakinkan mereka bahwa kita adalah bangsa yang patut dicontoh dan ditiru?

Saya yang akan mencoba menjawabnya terlebih dahulu, “Insya Allah, kita bisa”.

Salam hangat.

[Diposting juga di:http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/19/inilah-indonesia/ ]    

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s