Hobi nontonpun terpenuhi


Selama tinggal di Australia, kegemaran nonton film saya ‘cukup’ terpenuhi. Kebetulan, untuk penghilang stress nonton menjadi pilihan yang cukup memadai (walaupun sepertinya hanya pembenaran saja, karena stress atau tidak stress, tetep nonton tuh).  Salah satu alasannya adalah karena nonton film termasuk murah.

Murah? Iya, murah. Karena sumber film pilihan banyak dan tidak perlu bayar alias gratis. Yang dimaksud di sini tentu bukan film di layar perak, tetapi film TV dan DVD.

Untuk film TV, di sini, walaupun jumlah stasiun TV tidak sebanyak di Indonesia, tetapi jumlah film dan jenis acara lebih bervariasi. Dari cuma lima stasiun TV (diluar TV digital), film yang disajikan, apalagi malam minggu, cukup lumayan. Jika malam minggu, satu saluran TV bisa menampilkan dua buah film secara berturutan.

Stasiun TV favorit saya adalah SBS, karena ia menyajikan film yang bervariasi dari negara-negara lain, seperti misalnya China, India, Perancis, Rusia, Jerman, Israel, Mesir, dan lain sebagainya. Kecuali film China dan India, tentu suatu kesempatan yang tidak bisa saya peroleh ketika menonton film TV di Indonesia. Juga bisa melihat, bagaimana film-film dari negara lain dengan latar belakang budaya yang berbeda.  

Untuk penggemar sinetron, maaf, anda harus kecewa, karena sinetron tidak mendapatkan pasaran yang cukup di sini. Infotainment termasuk kedalam golongan itu pula. Gosip kurang diminati. 

Untuk DVD, tidak ada yang jual DVD bajakan di sini. Jadi, anda harus membeli baru yang asli, atau jika tidak ingin membeli, cukup meminjamnya dari tempat penyewaan DVD, atau membeli DVD second hand (bekas). Di perpustakaanpun, baik perpustakaan umum maupun perpustakaan di kampus tempat saya belajar, kita bisa meminjam DVD. Koleksinyapun lumayan bagus-bagus. Saya termasuk pelanggan tetapnya, karena gratis… tis….

Jika masih belum puas, bisa berlangganan cable TV (tapi yang ini memerlukan biaya rutin, karena harus berlangganan) ataupun membeli alat untuk menambah siaran TV digital, yang harganya cukup terjangkau itu. Semakin tersalurkanlah hobi menonton. Asal jangan menjadi kecanduan saja.

Salam hangat.

[Diposting juga di: http://lifestyle.kompasiana.com/group/hobi/2010/10/07/hobi-nontonpun-terpenuhi/]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s